Monday, January 4, 2016

Autentikasi



Autentikasi merupakan sebuah mekanisme yang di gunakan untuk melakukan validasi terhadap identitas user yang mencoba mengakses sumber daya dalam sebuah sistem komputer. Metode autentikasi konvensional yang selama ini familiar di gunakan adalah menggunakan kombinasi “username” dan “password” atau biasa juga disebut dengan metode “single factor authentication”. Username adalah sebuah penanda unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seorang user yang mencoba masuk (log on) kedalam sebuah sistem komputer. Password adalah sebuah kombinasi rahasia yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus. Username dan password di kombinasikan bersama-sama untuk mekanisme otentikasi pada sebuah sistem komputer.

Ketika username dan password seseorang sudah di ketahui oleh penyerang maka tidak ada mekanisme berikutnya yang dapat menghalangi akses yang di lakukan oleh seorang penyerang terhadap sistem dalam sebuah organisasi. Mengapa kombinasi username dan password ini rentan terhadap serangan oleh pengacau? Hal ini karena masih banyak organisasi atau individu yang belum menerapkan kebijakan username dan password yang aman. Terdapat beberapa metode yang digunakan oleh hacker untuk membobol password kita. Metode tersebut antara lain:
Brute force attack merupakan metode untuk memecahkan kode dengan mencoba semua kombinasi yang mungkin. Istilah awamnya adalah try and error alias coba-coba. Metode ini sangatlah sederhana, tetapi efektivitasnya luar biasa. Walau memerlukan waktu yang lama khususnya untuk password yang rumit, tapi tidak ada satu pun sistem yang aman dari serangan ini.
Dictionary attack merupakan metode untuk memecahkan kode dengan menebak dengan kata-kata dalam kamus dikombinasikan dengan angka-angka atau karakter. Dari hasil survei menunjukkan user di dunia ini rata-rata menggunakan password yang mudah diingat seperti 123456, qwerty atau asdf. Penggunaan password tersebut memang cukup dimaklumi karena sangat mudah diingat. Tapi, apakah hal tersebut sepadan dengan risikonya? Apalagi jika account tersebut berkaitan dengan account bank Anda.
Contohnya adalah dengan menggunakan kombinasi username dan password yang mudah di tebak dan tidak mengikuti kaidah-kaidah strong password. Kaidah strong password merupakan suatu petunjuk/ tips yang perlu di ikuti oleh user individu atau dalam sebuah organisasi dalam membuat username dan password yang sulit untuk di jebol.

Berikut adalah petunjuk strong password authentication:

 Username default yang di buat oleh sistem secara otomatis sebaiknya di ganti untuk mencegah ditebak dengan mudah.
Password yang berisikan kata-kata yang terdapat dalam kamus sebaiknya di hindari karena dapat di pecahkan dengan menggunakan program peenjebol password (password cracking).
 Password idealnya merupakan kombinasi dari huruf besar dan huruf kecil, angka, dan karakter khusus. Contoh karakter khusus adalah: %, !, dan &.
 Password idealnya mudah di ingat tapi sulit untuk di tebak. Hindari penggunaan password lemah yang menggunakan pengenal pribadi seperti tanggal lahir, nama kecil. Contoh penggunaan strong password 12Ud!, yang mudah di ingat dengan menggunakan metode mnemonic rudi.
 Password yang kompleks sangat sulit untuk di ingat dan seringkali harus di tuliskan. Berilah pemahaman pada user jika menuliskan password maka harus di simpan pada tempat yang aman.
 Jika user memiliki password lebih dari satu untuk sistem jaringan dan situs web, biasanya mereka menyimpan daftar password tersebut dalam dalam sebuah file dalam sistem komputer mereka. Untuk melindungi file tersebut dari akses user yang tidak berhak, user seharusnya meng-enkripsi file tersebut dalam daftar passwordnya.
 Password harusnya terdiri dari minimal 8 karakter. Semakin banyak karakter yang di gunakan maka semakin sulit untuk menebak permutasi yang benar.
 Password yang digunakan untuk multiple sistem seperti sistem jaringan dan sistem web sebaiknya di buat unik satu sama lain.
 Password seharusnya di rubah secara berkala. Ini untuk mencegah penggunaan password secara permanen sehingga hal tersebut menyulitkan seorang hacker menebak perubahan berkala password tersebut.

Dari semua petunjuk diatas tentunya tidak dapat menjadi jaminan bahwa sistem komputer aman dari serangan pengacau. Untuk mengatasi masalah ini, maka di perlukan suatu mekanisme autentikasi yang lebih aman dan berlapis sehingga menyulitkan pengacau untuk mencoba mengakses sistem yang ada dalam sebuah organisasi secara tidak sah (ilegal). Mekanisme ini melibatkan banyak faktor-faktor pendukung dalam proses otentikasi yang biasa di sebut dengan “Multi Factor Authentication”.

Multi Factor Authentication
Autentikasi user dalam lingkungan jaringan di lakukan menggunakan faktor-faktor seperti password, token, dan biometrik. Ketika dua atau lebih faktor-faktor ini di gunakan untuk meng- autentikasi seorang user, otentikasi ini di sebut sebagai multi factor authentication.
Multi factor authentication mampu meningkatkan keamanan karena menggunakan faktor-faktor lain sebagai tambahan untuk meng- autentikasi user. Faktor-faktor yang di gunakan dalam multi factor authentication di antaranya adalah: something you know, something you have, something you are, something you do.
Something You Know
Faktor something you know melibatkan pengetahuan informasi rahasia yang memungkinkan user meng- autentikasi dirinya sendiri ke sebuah server. Contoh dari faktor ini adalah sebuah password dan sebuah personal identification number (PIN).
Something You Have
Faktor something you have melibatkan bahwa user harus memiliki alat secara fisik. Jika tanpa adanya alat tersebut maka user tidak dapat meng- autentikasi dirinya sendiri ke server sistem computer. Contoh dari faktor ini menggunakan sebuah token dan smart card (kartu cerdas).
Something You Are
Faktor something you are melibatkan bahwa user meiliki karakteristik yang unik yang membedakan dirinya dengan user lain untuk mengidentifikasi dirinya sendiri. Faktor ini menggunakan metode identifikasi biometrik untuk meng-otentikasi user. Contoh dari faktor something you are meliputi sidik jari, pemindaian retina mata, dan garis tangan seseorang.
Something You Do
Faktor something you do melibatkan bahwa tiap user ketika melakukan sesuatu atau ketika menggunakan sesuatu dengan cara yang berbeda. Contoh dari faktor ini penggunaan analisis suara (voice recognattion) atau analisis tulisan tangan. Autentikasi multi faktor menyediakan lapisan keamanan tambahan dalam proses otentikasi. Lapisan tambahan ini mengurangi peluang yang bisa di lakukan oleh user yang tidak sah mencoba menerobos ke dalam sistem komputer. Selain keuntungan dari penggunaan otentikasi multi faktor, juga terdapat kelemahan dari mekanisme otentikasi ini.

Kelemahan Multi Faktor Autentikasi :

 Mungkin saja terjadi sebuah situasi dimana seorang user yang berhak ternyata tidak dapat meng-otentikasi dirinya sendiri ke server sistem komputer menggunakan mekanisme ini. Misalnya, jika seorang user yang berhak kehilangan smart card mereka, maka user tersebut tidak dapat meng- autentikasi dirinya sendiri ke dalam sistem komputer sampai smart card-nya tersebut di ganti/ di keluarkan lagi.
 Jika proses autentikasi user membutuhkan waktu yang cukup lama, user mungkin saja melewati beberapa tahap yang perlu untuk di lakukan atau bahkan user tidak mau lagi menggunakan proses autentikasi ini. Contohnya, jika sebuah pintu yang menggunakan kartu gesek memerlukan waktu yang cukup lama untuk memvalidasi kartu yang di miliki user tersebut, mungkin saja user tersebut akan tetap membiarkan pintu tersebut tetap terbuka. Ini mungkin saja membuka celah keamanan dari area aman gedung oleh user yang tidak berhak sehingga dapat menerobos ke dalam sistem komputer.

 Multi faktor otentikasi juga dapat menyebabkan membengkaknya biaya perawatan dari sistem komputer. Hal ini terjadi karena lebih banyak perangkat keras yang di butuhkan untuk mengimplementasikan proses autentikasi.

Sunday, January 3, 2016

Transakksi aman melaui ATM




ATM (Automatic Teller Machine) dewasa ini bukan lagi benda asing bagi kebanyakan orang, terutama saat berhubungan dengan bank dan uang. ATM dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, mengambil dan transfer uang dengan cepat,serta untuk keperluan pembayaran berbagai tagihan.
Meskipun secara umum sudah banyak orang biasa menggunakan mesin ATM, tetapi setiap waktu tentu selalu ada orang-orang yang baru mengenal ATM. Bagaimana pengalaman anda ketika pertama kali menggunakan ATM? sedikit tegang, bertanya tanya dalam hati apa yang harus dilakukan dan nanti akan bagaimana, ya kan? setidak-tidaknya itulah pengalaman saya pertama waktu berada di depan mesin ATM. Nah untuk menghindari ketegangan ringan dan kesalahan saat pertama menggunakan atm berikut ini cara menarik dan mentransfer uang melalui ATM.

Cara mengambil uang melalui ATM;
1. Masukkan dulu Kartu ATM anda ke tempatnya
2. Ketik nomor PIN anda dengan benar
3. Pilih bahasa yang ingin anda gunakan Bahsa Inggris atau Bahasa Indonesia
4. Lalu tekan tombol Transaksi Tunai di samping layar monitor.
5. Lalu tulis Jumlah uang yang akan anda ambil
6. Lalu tekan tombol benar, tunggu sebentar maka uang sejumlah yang anda inginkan akan keluar.
7. Akan muncul tulisan "Ada Transaksi Lain", jika ada tekan tombol ya, jika tidak maka tekan tombol tidak.
8. Tunggu sampai catatan transaksi dan kartu atm anda keluar dari mesin.

Cara Transfer uang;
1. Masukkan dulu kartu atm anda
2. Ketik nomor PIN anda dengan benar
3. Pilih bahasa, Inggris atau Indonesia
4. Tekan tombol Transfer di samping layar monitor
5. Tekan ke Bank, bank yang sama atau ke bank lain
6. Masukkan kode bank tujuan, terdiri dari 3 angka jika transfernya ke bank lain. Untuk Kode bank dapat anda cari di google
7. Ketik nomor rekening tujuan, jika benar maka nama pemilik rekening akan muncul
8. Lalu tulis jumlah uang yang akan anda transfer
9. Jika data yang anda masukkan sudah benar, maka tekan tombol kirimkan
10.Maka dalam hitungan menit uang anda sudah masuk ke rekening tujuan.
Terakhir jangan lupa ambil data transaksi dan kartu atm anda.

Tips Menggunakan ATM dengan aman;
1. Jangan perlihatkan atau beritahukan nomor PIN anda kepada siapapun.
2. Secara berkala gantilah PIN anda
3. Sebelum menggunakan mesin ATM periksa terlebih dulu ada yang mencurigakan atau tidak misalnya ada kamera, tempat kartu atm ada alat tambahan atau sudah nampak lain
4. Berhati-hatilah saat mengetik PIN, kalu perlu tutupi menggunakan sebelah tangan anda ketika anda sedang mengetik PIN.
5. Jangan izinkan ada orang lain berada di ruang/dekat atm ketika anda sedang menggunakan ATM tersebut.
6. Jangan mudah percaya dengan permintaan nomor PIN lewat sms untuk dalih apapun.

SISTEM AKUNTANSI

A. DEFINISI SISTEM
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan dengan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem sebagai berikut :
1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih rinci, yang terdiri pula dari kelompok unsur uang membentuk subsistem tersebut.
2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan
Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lainnya dan sifat serta kerjasama antar unsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem
Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar
B. SISTEM AKUNTANSI
Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.
Unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu, serta laporan.
FORMULIR
Formulir merupakan dokumen uyang digunakan untuk merekam terjadinuya transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam dalam kertas. Formulir sering disebut juga dengan istilah media, karena merupakan media untuk mencaatat peristiwa yang terjadi dalam organisasi kedalam catatan. Contoh formulir adalah faktur penjualan, bukti kas keluar, cek. Dengan demikian faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan faktur penjualan tersebut merupakan media pencatatan kedalam jurnal dan media posting kedalam buku pembantu piutang.
JURNAL
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklarifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Dalam jurnal ini pula terdapat kegiatan peningkatan data, yang hasil peringkasnya (berupa jumlah rupiah transaksi tertentu) kemudian diposting ke rekening yang bersangkutan dalam buku beserta contoh jurnal adalah jurnal penerimaan kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan dan jurnal umum.
BUKU BESAR
Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
BUKU PEMBANTU
Buku pembantu ini tersedia dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening itu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (book of final entry), yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar dan buku pembantu.
LAPORAN
Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya. Laporan dapat terbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar monitor komputer.
C. PERBEDAAN PENGERTIAN SISTEM DAN PROSEDUR
Definisi sistem dan prosedur adalah sebagai berikut :
· Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
· Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen / lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yagn terjadi berulang-ulang.
Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal (clerica) operation terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir buku jurnal dan buku besar :
a) Menulis
b) Menggandakan
c) Menghitung
d) Memberi kode
e) Mendaftar
f) Memilih (mensortasi)
g) Memindah
h) Membandingkan
Sistem penjualan tunai terdiri dari 6 prosedur berikut ini : prosedur order penjualan, prosedur pencatatan penjualan, prosedur penerimaan kas, prosedur penyerahan barang, prosedur pencatatan penerimaan kas dari penjualan tunai, prosedur rekonsiliasi bank.
Prosedur order penjualan digunakan untuk melayani membeli yang akan membeli barang.
Dengan demikian prosedur order penjualn ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :
a) Menulis data mengenai tanggal, kkode barang, jenis, kuantitas harga satuan, harga total, nama pramuniaga.
b) Menggandakan faktur penjualan tunai dengan cara mengisi formulir tersebut yang lebih dari 1 lembar.
c) Menghitung perkalian harga satuan dengan kuantitas serta jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli.
d) Memberi kode dengan cara mencantumkan kode buku pada faktur penjualan tunai.
Prosedur penerimaan kas digunakan untuk melayani pembeli yang membayar harga buku sesuai yang tercantum dalam faktur penjualan tunai prosedur ini dilaksanakan oleh bagian kasa dengan alat bantu register kas (cash register) yang menghasilkan pita register kas. Dengan demikian prosedur penerimaan kas terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :
a. Menulis data mengenai jumlah uang yang diterima oleh kasir dalam pita register kas dan membubuhkan cap lunas pada faktur.
b. Menghitung jumlah tunai yang diterima dari pembeli
c. Membandingkan jumlah harga yang harus dibayar pembeli yang tercantum dalam faktur.
D. KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI
Sistem akuntansi adalah sistem informasi diantara berbagai sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Sistem informasi terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut.
Masukan Model Keluaran
Teknologi Basis data Pengendalian
Gambar : Block Bangunan Sistem Informasi
1) Blok Masukan (Input Block)
Masukan adalah data yang dimasukkan kedalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut kedalam sistem. Cara untuk memasukkan masukan kedalam sistem dapat berupa tulisan tangan. Formulir pengenalan karakteristik fisik.
2) Blok Model (Model Block)
Model terdiri dari logico-mathematical model yang mengolah masukan dan data yang tersimpan dengan berbagai cara untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran. Logico-mathematical model dapat mengkombinasi unsur-unsur data untuk menyediakan jawaban atas sesuatu pertanyaan atau dapat meringkas / menggabungkan data menjadi laporan.
3) Blok Teknologi ( Technology Block)
Keluaran dalam (out put block) suatu sistem merupakan faktor utama yang menentukan blok-blok lain suatu sistem informasi, keluaran sistem ini dapat berupa laporan keuangan, faktur, surat order pembelian. Mutu yang harus melekat dalam keluaran sistem informasi adalah ketelitian, ketepatan waktu dan relevansi.
4) Blok Teknologi ( Technology Block)
Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan menyampaikan keluaran,s erta mengendalikan seluruh sistem. Dalam sistem informasi berbasis komputer, teknologi terdiri dari tiga komponen. Komputer dan penyimpan data diluar telekomunikasi dan perangkat lunak.
5) Blok Data ( Data Basis Block)
Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakaian informasi. Basis data dapat diperlakukan dari dua sudut pandang :
- Secara fisik dan
- Secara logis
Basis data secara fisik berupa media untuk menyimpan data seperti kartu : buku besar, pita magnetic, disk, diskette, kaset. Namun yang lebih penting bukan dalam bentuk fisik apa daya disimpan, melainkan bagaimana mencari menggabungkan dan mengambil data dapat dipandang dari sudut pandang yang logis yang bersangkutan dengan bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitan dan relevansi penambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakaian.
6) Blok pengendalian ( Control Block)
Semua sistem informasi harus dilindungi dari bencana dan ancaman seperti : bencana kecurangan, kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan, penyadapan, ketidak efisien. Untuk itu beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan. Integritas, dan kelancaran jalannya sistem informasi adalah :
a. Penggunaan sistem pengelolaan akuntansi
b. Penerapan pengendalian akuntansi
c. Pengembangan rancangan induk sistem informasi
d. Pembuatan rencana darurat dalam hal sistem informasi menjalankan fungsinya
e. Penerapan prosedur seleksi karyawan
f. Pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan.
E. SISTEM AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Kegiatan pokok perusahaan manufaktur terdiri dari : desain dan pengembangan produk, pengolahan bahan baku menjadi pokok jadi, data penjualan produk jadi kepada pembeli. Untuk menanganui kegiatan pokok perusahaan, umumnya dirancang sistem akuntansi yang terdiri dari :
1. Sistem Akuntansi Pokok
Sistem ini merupakan organisasi formulir, catatan dan laporan. Unsur ini dirancang oleh manajemen untuk menyajikan informasi keuangan bagi kepentingan pengelolaan perusahaan dan pertanggungjawaban keuangan kepada fihak luar perusahaan.
clip_image001
Gambar : Unsur Sistem Akuntansi Pokok
2. Sistem Akuntansi Piutang
Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya piutang dan berkurangnya piutang. Terjadinya piutang berasal dari transaksi penjualan kredit dan berkurangnya piutang berasal dari transaksi retur penjualan dan penerimaan kas dari piutang. Oleh karena itu sistem akuntansi untuk mencatat terjadinya piutang terdiri dari ;
- Prosedur order penjualan
- Prosedur persetujuan kredit
- Prosedur pengiriman barang
- Prosedur penagihan
- Prosedur pencatatan bertambahnya piutang dan distribusi penjualan
3. Sistem Akuntansi Utang
Sistem akuntansi utang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya utang berasal dari transaksi pembelian dan pelunasan utang. Sistem akuntansi untuk mencatat terjadinya utang dari transaksi pembelian dan retur pembelian terdiri dari :
- Prosedur permintaan pembelian
- Prosedur permintaan penawaran
- Prosedur order pembelian
- Prosedur penerimaan barang
- Prosedur pencatatan bertambahnya utang
- Prosedur distribusi pembelian
- Prosedur pembuatan memo debet
- Prosedur pengiriman barang
- Prosedur bertambahnya utang.
4. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayarannya. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :
- Prosedur pencatatan waktu hadir dan waktu kerja
- Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah
- Prosedur pembayaran gaji dan upah
- Prosedur distribusi biaya gaji dan upah
5. Sistem Akuntansi Biaya
Sistem akuntansi biaya dirancang untuk menangani pengendalian produksi dan pengendalian biaya. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :
- Prosedur order produksi
- Prosedur pengumpulan biaya produksi dan non produksi
6. Sistem Akuntansi Kas
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :
- Prosedur penerimaan kas
- Prosedur pengeluaran kas
- Prosedur dana kas kecil
7. Sistem Akuntansi Persediaan
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persediaan yang disimpan digudang. Sistem ini terdiri dari
- Prosedur pencatatan harga pokok produk jadi
- Prosedur pencatatan harga pokok yang dijual
- Prosedur pencatatan harga pokok yang dikembalikan oleh pembeli
- Prosedur pencatatan harga pokok persediaan pokok dalam proses
- Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli
- Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan kepemasok
- Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
- Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan ke gudang
- Prosedur perhitungan fisik persediaan
8. Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap. Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :
- Prosedur pengadaan aktiva tetap
- Prosedur penghentian pemakaian aktiva tetap
- Prosedur depresiasi aktiva tetap
- Prosedur penempatan aktiva tetap
F. TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengolahan kegiatan usaha baru.
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada baik mengenai mutu, ketetapan maupun struktur informasinya.
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
G. TIPE PENUGASAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
Berdasarkan tujuan pengembangan sistem akuntansi tersebut diatas penugasan pengembangan sistem akuntansi dapat terbentuk seperti berikut :
1. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap.
2. Perluasan sistem akuntansi yang sekarang dipakai untuk mencakup kegiatan bisnis yang baru.
3. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan:
Pengembangan sistem akuntansi baru yang lengkap mencakup pengembangan berbagai sistem berikut ini :
a. Sistem akuntansi pokok
Sistem ini terdiri dari perancangan klasifikasi dan kode rekening buku besar perancangan berbagai laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi.
b. Sistem akuntansi piutang
Sistem akuntansi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi dan pengupahan, sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi kas. Perancangan berbagai sistem akuntansi ini mencakup berbagai jaringan prosedur yang dapat dalam setiap sistem tersebut, termasuk perancangan berbagai formulir yang digunakan dalam setiap sistem akuntansi.
H. SIAPA YANG HARUS MENGERJAKAN PEKERJAAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI
Pekerjaan pengembangan sistem akuntansi biasanya dikerjakan oleh analis sistem yang bekerja dalam perusahaan atau potensial akuntansi publik. Analis sistem adalah orang yang memiliki keahlian dalam menggabungkan berbagai blok bangunan sistem informasi suatu bangunan sistem informasi.
Jika perusahaan tidak membentuk Departemen Sistem Informasi biasanya pekerjaan perancangan sistem akuntansi perusahaan diserahkan kepada profesi akuntansi publik. Biasanya profesi akuntansi publik disamping menjual jasa utamanya dalam bidang pemeriksaan, akuntansi juga menjual jasa dalam pengembangan sistem akuntansi perusahaan.
I. SISTEM AKUNTANSI UNTUK MELAKSANAKAN BISNIS
Sistem akuntansi hanya dipandang bermanfaat untuk merekam transaksi bisnis yang telah terjadi saja. Pandangan seperti ini adalah keliru dan mengurangi arti pentingnya sistem akuntansi sebagai penunjang utama menajemen dalam melaksanakan bisnis perusahaan. Peran penting akuntansi sebagai alat yang digunakan untuk menjalankan bisnis perusahaan.
1. Cancelled Check
Adalah check yang diterima kembali oleh pembuat cek melalui sistem perbankan. Setelah cek tersebut digunakan sebagai alat pembayaran sistem perbankan yang mengembalikan cancelled check kepada pembuat cek setelah cek tersebut digunakan untuk pembayaran sangat membantu kelancaran transaksi pembayaran dalam masyarakat.
2. COD Sale
Cash on Delivery Sale (COD Sale) berbeda dengan over the counter sale. Over the counter sale adalah sistem penjualan yang pembeli datang ke perusahaan melakukan pemilihan barang ke jasa dan menerima barang yang dibeli. Sistem akuntansi penjualan dengan COD sale dapat digunakan untuk memecahkan persoalan tersebut sehingga dapat memperluas pasar dengan mengirimkan formulir pemesanan yang disediakan oleh penjual lewat kantor pos. Penjual mengirimkan barang yang dipesan oleh pembeli lewat kantor pos dengan menggunakan COD Sale.
3. Unattended Gasoline Station
Adalah tempat penjuaklan bersih yang tidak dijaga oleh orang. Pembeli yang melakukan pembelian ke tempat ini adalah yang berlangganan kartu kredit ke perusahaan pengelola tempat penjualan bersih ini. Komputer kantor pusat secara periodic akan melakukan penagihan kepada pembeli bensin. Manjemen perusahaan yang bergerak dalam distribusi bahan bakar melihat peluang bisnis dengan membantu perusahaan-perusahaan angkutan.
4. Bisnis Kartu Kredit
Pada dasarnya merupakan bisnis yang menjual jasa penagihan kepada perusahaan yang menjual barang dan jasa melalui sistem penagihan. Dengan sistem perusahaan penjualan barang dan jasa memperoleh manfaat sebagai berikut :
a. Perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa memperoleh manfaat dapat memperbesar volume penjualan karena mereka dapat menarik konsumen untuk menkomsumsi sekarang pendapatan yang akan diperolehnya dimasa yang akan datang.
b. Para konsumen memperoleh manfaat dapat menkonsumsi sekarang pendapatan yang akan mereka peroleh dimasa yang akan datang.
J. HUBUNGAN SISTEM AKUNTANSI DENGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Manajemen perusahaan yang menjalankan bisnis perusahaan dengan menggunakan sistem informasi yang disebut sistem informasi manajemen. Sistem ini menghasilkan informasi yang memungkinkan manajemen mengambil keputusan mengenai langganan yang harus dilayani. Jenis barang dan jasa yang diperlukan oleh pelanggan, saat dan cara pengiriman barang kepada pelanggan.

Data Link Layer


Lapisan data-link (data link layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini.

Lapisan data-link menawarkan layanan pentransferan data melalui saluran fisik. Pentransferan data tersebut mungkin dapat diandalkan atau tidak: beberapa protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsi Acknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan menggunakan checksumming). Pada kasus-kasus tersebut, fitur-fitur acknowledgment dan pendeteksian kesalahan harus diimplementasikan pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol Transmission Control Protocol (TCP) (lapisan transport).

Berhubungan dengan algoritma bagi komunikasi yang reliabel dan efisien antara dua mesin yang berdekatan, yaitu dua mesin yang secara fisik terhubung oleh sebuah saluran komunikasi yang secara konseptual bekerja seperti halnya kabel. Sifat penting sebuah saluran yang membuatnya menyerupai kabel adalah bit-bit diteruskan dalam urutan yang sama dengan sewaktu bit-bit itu dikirimkan.

Rangkaian komunikasi sering membuat kesalahan, memiliki laju data yang terbatas dan terdapat delay propagasi yang tidak nol antara saat bit dikirimkan dengan saat bit diterima. Keterbatasn ini mempunyai implikasi penting bagi efisiensi pemindahan data.
Tugas utama dari data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi data mentah dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, lapisan data link melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian lapisan data link mentransmisikan frame tersebut secara berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena lapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan data-link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame.

PENGERTIAN DATA LINK
Data link adalah medium transmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.

MASALAH RANCANGAN DATA LINK LAYER
Data link layer memiliki beberapa fungsi spesifik. Fungsi-fungsi ini meliputi penyediaan interface layanan-layanan baik bagi network layer, penentuan cara pengelompokan bit dari physical layer ke dalam frame, hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.
Layanan yang disediakan bagi network layer Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer. Layanannya yang penting adalah pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.

LAYANAN YANG DISEDIAKAN BAGI NETWORK LAYER
Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer, yaitu pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.

TIGA LAYANAN DARI DATA LINK LAYER
1.      Layanan Unacknowledged Connectionless
Yaitu dimana mesin sumber mengirimkan sejumlah frame ke mesin yang dituju dengan tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah dikirimkannya frame. Bila sebuah frame hilang sehubungan dengan adanya noise, maka tidak ada usaha untuk memperbaiki masalah tersebu di data link layer. Jenis layanan ini cocok bila laju error sangat rendah, sehingga recovery bisa dilakukan oleh layer yang lebih tinggi. Layanan ini sesuai untuk lalu lintas real time, seperti percakapan, dimana data yang terlambat dianggap lebih buruk dibanding data yang buruk. Sebagian besar LAN menggunakan layanan unacknowledgment connectionless pada data link layer.
2.      Layanan Acknowledged Connectionless
Layanan inipun tidak menggunakan koneksi, akan tetapi setiap frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledgment. Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke mesin tujuan telah diterima dengan baik atau tidak. Bila ternyata belum tiba pada interval waktu yang telah ditentukan, maka frame akan dikirimkan kembali, mungkin saja hilangnya acknowledgment akan menyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan beberapa kali dan akan diterima beberapa kali juga. Layanan ini akan bermanfaat untuk saluran unreliablem, seperti sistem tanpa kabel.
3.      Layanan Acknowledged Connection Oriented
Dengan layanan ini, mesin sumber dan tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Setiap frame yang dikirim tentu saja diterima. Selain itu, layanan ini menjamin bahwa setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali dan semua frame diterima dalam urutan yang benar. Layanan ini juga menyediakan proses-proses network layer dengan ekivalen aliran bit reliabel. Pada layanan connection-oriented dipakai, pemindahan data mengalami tiga fase (tahap) :
-          Fase I koneksi ditentukan dengan membuat kedua mesin menginisialisasi variabel-variabel dan counter yang diperlukan untuk mengawasi frame yang mana yang telah diterima dan mana yang belum.
-          Fase II, satu frame atau lebih mulai ditransmisikan.
-          Fase III koneksi dilepaskna, pembebasan variabel, buffer, dan resource lainnya yang dipakai untuk menjaga berlangsungnya koneksi.
Karena jarak dan peralatan, pengiriman informasi, dapat mengalami perubahan atau melemah. Umumnya interferensi listrik. Kesalahan timbul dalam bentuk burst yaitu lebih dari satu bit terganggu dalam satu satuan waktu.

FUNGSI DATA LAYER
—  Penyediaan interface layanan yang baik bagi network layer
—  Penentuan pengelompokkan bit dari phisichal layer ke dalam frame
—  Mengurusi masalah error transmisi
—  Pengaturan aliran frame pada penerima yang lambat dan pengirim yang cepat

FUNGSI SPESIFIK LAYER
Secara umum layer ini mengonversikan data dalam bentuk data frame dan bit. Secara spesifik layer ini memiliki beberapa fungsi, yakni:
1.      Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit ke dalam paket pada mesin penerima.
2.      Menangani frame data di antara Network layer dan Physical layer.
3.      Menerima paket data dari Physical Layer (ke dalam frame data) kemudian dihantarkan ke Network layer.
4.      Bertanggung jawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan melintasi Physical layer.
5.      Menetapkan metode yang diperlukan untuk mentransmisikan dan menerima data dalam jaringan; bisa terdiri atas kabel, device yang digunakan untuk menghubungkan NIC ke kabel, signaling yang menghantarkan dan menerima data, serta kemampuan mendeteksi sinyal eror dalam media jaringan.

BEBERAPA PROTOKOL YANG MENGGUNAKAN LAYER
Protokol ini adalah :
1.      Logical Link Control: koreksi eror dan flow control, mengelola link control dan menetapkan SAP-SAP
2.      802.1 OSI Model
3.      802.2 Logical Link Control
4.      Media Access Control: berkomunikasi dengna card adapter, mengontrol tipe media yang digunakan
5.      802.3 CSMA/CD (Ethernet)
6.      802.4 Token Bus (ARCnet)
7.      802.5 Token Ring
8.      802.12 Deman Priority
9.      IEEE 802
10.  IEEE 802.2
11.  ISO 2110
12.  ISDN

PAKET DATA
Paket dari lapisan jaringan akan ditransportasikan dari host sumber ke host tujuanà melewati jaringan fisik yang berbeda.
Bentuk media dari jaringan fisik tersebut adalah :
-          copper wires
-          Microwaves
-          optical fibers
-          satellite links.

1.      Sebelum ditransmisikan data dibagi menjadi paket yang kecil-kecil, karena
-          Jaringan tertentu hanya dapat menerima paket dengan panjang tertentu
-          Jenis flow control tertentu akan efisien jika berita di bagi dalam paket-paket kecil
-          Agar pengiriman jaringan tidak didominasi oleh user tertentu. Dengan paket data user di berikan batas jumlah paket yang dikirimkan
-          Paket data yang kecil hanya perlu buffer kecil pada bagian penerima
2.      Data juga tidak boleh di potong terlalu kecil, karena :
-          Setiap data memerlukan bit overhead (address, control field, flag, dll)
-          Waktu pengiriman > pemrosesan sebuah paket yang besar


Lapisan Data link melaksanakan 2 layanan dasar :
-          Membiarkan lapisan diatasnya untuk mengakses media dengan menggunakan teknik seperti framing.
-          Mengendalikan bagaimana data tersebut diletakkan pada media dan dapat menerima dari media menggunakan teknik seperti pengendali akses media dan deteksi kesalahan. 


Tuesday, December 15, 2015

IReport Plugin untuk Netbeans

Cara Install IReport Plugin untuk Netbeans

Ireport Plugin untuk Netbeans

Saat kita membangun sebuah sistem berupa aplikasi desktop menggunakan Java tentu membuat report atau laporan adalah hal yang wajib. Membuat laporan pada bahasa pemrograman java membutuhkan aplikasi tambahan untuk mempermudah kita dalam mendesain laporan dalam hal ini aplikasi yang dimaksud adalah IReport. Ireport dapat berdiri sendiri atau dapat juga diintegrasikan dengan aplikasi lain misalnya Netbeans. Jadi untuk bisa menggunakan Ireport dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pertama dengan mendownload file installasi-nya kemudian di install pada PC dan yang kedua adalah dengan mendownload Pluginnya. Bentuk plugin Ireport tergantung jenis GUI yang dipakai misalnya jika kita menggunakan Netbeans maka plugin Ireport yang akan dipakai adalah plugin khusus Netbeans biasanya berextensi *.nbm.
Ok kita langsung saja… berikut akan saya jelaskan Cara Install IReport Plugin untuk Netbeans dalam studi kasus ini menggunakan Netbeans 7.4 dengan Ireport versi 5.5.0 :
1. Langkah pertama silahkan download IReport Plugin 5.5.0 di sini Selain itu download juga IReport Library yang compatible dengan Ireport versi 5.5.0 silahkan download disini Sedangkan utnuk Netbeans 7.4 Silahkan Download disini Jangan lupa jika install Netbeans berarti kita juga membutuhkan JDK (Java Devlopment Kit)Silahkan download disini perlu diingat silahkan install JDK terlebih dahulu sebelum melakukan install Netbeans
2. Silahkan install JDK dilanjutkan dengan install Netbeans kemudian Extract Ireport Plugin dan  Ireport Library
3. Berikutnya adalah Install Ireport Plugin untuk Netbeans dengan cara buka Netbeans kemudian klik Tool –> Plugin sehingga tampil seperti gambar berikut :

tool Plugin Netbeans
4. Klik tab Download kemudian pilih Add Plugins..

Add Plugin Netbeans
5. Jika berhasil maka plugin akan bertambah di Tab Download, seperti berikut:

Screenshot_15
6. Centang semua plugin kemudian Klik Tombol Install yang ada dipojok kiri bawah

Screenshot_16
7. Centang tanda persetujuan dan klik install

Screenshot_17
8. Tunggu  sampai proses installasi selesai. Jika muncul pesan kli continue. Klik finish untuk mengakhiri.

Screenshot_18
9. Jika proses installasi selesai maka akan tampil seperti gabar berikut menandakan proses installasi berhasil

Screenshot_19
Sebelum menggunakan Ireport silahkan buat koneksi terlebih dahulu dengan mengklik lambang basis data (database) yang di tunjuk menggunakan angka 1. Untuk cara menggunkan Ireport beserta studi kasus, silahkan baca artikel berikutnya tentang Cara membuat laporan menggunakan Ireport pada Netbeans.